Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memeriksa kode identifikasi resin yang biasanya terdapat di bagian belakang sendok plastik. Kode tersebut berbentuk segitiga dengan angka tertentu yang menunjukkan jenis material plastik yang digunakan.
"Gampangnya gini, balik sendoknya, cari kode segitiga, pilih angka lima. Nah, itu yang paling aman untuk panas. Hindari kode 6, karena lebih mudah melepas zat karsinogenik saat kena panas," jelas dia.
Selain memperhatikan kode plastik, Bang Sap juga menyarankan konsumen mencari logo "gelas dan garpu" atau keterangan *food grade* sebagai penanda bahwa produk tersebut aman digunakan untuk kontak langsung dengan makanan.
"Kalau tidak ada logonya sama sekali, nah itu yang harus dihindari," katanya.
Peringatan tersebut dinilai relevan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang kerap menyantap makanan panas seperti bakso, mi kuah, soto, hingga aneka hidangan berkuah lainnya menggunakan sendok plastik sekali pakai.
Untuk mengurangi risiko paparan zat berbahaya, Bang Sap menyarankan masyarakat mulai beralih ke alat makan yang lebih aman dan dapat digunakan berulang kali.