JAKARTA, iNews.id - Memaksakan anak berpuasa tanpa mempertimbangkan kesiapan fisik dapat memicu berbagai risiko kesehatan. Ahli gizi Ihda Hanifatun Nisa mengingatkan orang tua perlu mengawasi secara ketat jika anak mulai menjalani ibadah puasa.
Menurut dia, anak yang belum siap secara fisik berpotensi mengalami berbagai gangguan kesehatan. Kondisi tersebut mulai dari hipoglikemia atau gula darah rendah, dehidrasi, kelelahan berat, hingga penurunan konsentrasi dan daya tahan tubuh.
“Jika asupan energi dan zat gizi tidak tercukupi secara konsisten, dalam jangka panjang bisa mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan kognitif,” kata Ihda saat diwawancarai jurnalis iNews, Senin (2/3/2026).
Dia menjelaskan, puasa pada anak sebenarnya dapat dilakukan selama kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Namun, pengawasan orang tua sangat penting agar anak tidak mengalami kekurangan energi maupun cairan selama berpuasa.
Salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi. Kondisi ini dapat muncul ketika tubuh kekurangan cairan akibat tidak mendapatkan asupan minum dalam waktu yang cukup lama.
Ihda memaparkan, terdapat beberapa tanda awal dehidrasi pada anak. Gejalanya antara lain bibir dan mulut terasa kering, tubuh terlihat lemas, aktivitas menurun, serta warna urine menjadi kuning pekat dengan jumlah yang lebih sedikit.
Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, gejalanya bisa semakin berat. Anak bahkan dapat mengalami pusing hebat, jantung berdebar cepat, hingga kulit menjadi kering.