JAKARTA, iNews.id - Tidur menjadi kebutuhan dasar setiap orang untuk memulihkan kondisi tubuh setelah beraktivitas seharian. Istirahat yang cukup membantu mengembalikan energi, baik secara fisik maupun mental, agar tubuh kembali bugar saat menjalani aktivitas berikutnya.
Waktu tidur yang tidak ideal justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kurang tidur diketahui memengaruhi kondisi psikologis seseorang saat beraktivitas keesokan harinya, mulai dari sulit fokus hingga menurunnya produktivitas.
Berdasarkan jurnal yang diterbitkan Frontiers berjudul “The Effects of Sleep Deprivation on Cognitive Flexibility: A Scoping Review of Outcomes and Biological Mechanisms”, kurang tidur dapat menurunkan akurasi otak dalam berpikir. Kondisi ini membuat kemampuan kognitif seseorang tidak bekerja secara optimal.
Secara biologis, kurang tidur juga berdampak pada menurunnya pasokan oksigen ke otak. Aliran darah menjadi tidak lancar, disertai perubahan hormon dan gen dalam tubuh yang bisa mengganggu sistem kerja organ.
Sementara itu, laporan dari Harvard Health Publishing menyebut kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lemas. Bahkan, kondisi ini berpotensi merusak berbagai sistem dalam tubuh dan meningkatkan risiko terserang penyakit.