“Pada saat itu terjadi, otak itu akan berhenti melawan dan dia akan lebih mudah untuk tertidur. Jadi itu memang ada approach-nya,” ujarnya.
Vishal juga memberikan contoh ketika seseorang tidak bisa tertidur selama 15 menit. Dalam kondisi tersebut, orang itu justru disarankan bangun dari tempat tidur untuk sementara waktu.
“Jadi gini, kalau dalam ranahnya CBT insomnia, yang disarankan adalah kalau misalnya dalam 15 menit kita nggak bisa tertidur, yang disarankan adalah bangun dari tempat tidur. Tujuannya adalah kita tidak mau mengasosiasikan tempat tidur sebagai tempat dimana kita stres. Karena otak itu bisa belajar,” kata dia.
Menurut Vishal, langkah itu penting untuk memutus persepsi negatif otak terhadap tempat tidur. Setelah bangun dari kasur, seseorang dianjurkan melakukan aktivitas santai atau membosankan hingga rasa kantuk datang kembali.
“Nah, dengan adanya setelah 15 menit kita bangun dari kasur, itu akan memutus rantai tersebut, memutus hubungan tersebut. Dan kita pindah ke tempat lain, kita melakukan sesuatu yang relaxing atau yang boring, dan biarkan rasa ngantuk itu datang kembali. Karena memang akan datang,” ucapnya.
Dia menambahkan, rasa kantuk alami itulah yang nantinya menjadi stimulus bagi tubuh dan otak untuk kembali tidur dengan nyaman.
“Nah, pada saat rasa ngantuk itu datang, biarkan itu yang membimbing kita untuk kembali ke kasur,” kata Vishal.