Mayo Clinic menjelaskan bahwa influenza menyerang saluran pernapasan, sedangkan gastroenteritis menyerang lambung dan usus, sehingga gejala utamanya lebih banyak berupa muntah dan diare, bukan batuk atau sesak napas.
Meski berbeda organ target, tingkat penularannya sama-sama tinggi.
Ya, bahkan norovirus disebut sebagai salah satu virus paling menular di dunia.
Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), norovirus sangat mudah menyebar dan hanya membutuhkan sedikit partikel virus untuk membuat seseorang sakit. Virus ini menular melalui partikel kecil muntahan atau feses penderita yang masuk ke mulut orang lain—baik secara langsung maupun melalui makanan, minuman, atau permukaan benda yang terkontaminasi.
Berbeda dengan Covid-19 yang dominan menyebar lewat droplet pernapasan, flu perut lebih sering menyebar melalui jalur fekal-oral.
Artinya, penularan bisa terjadi melalui:
* makanan atau minuman yang terkontaminasi
* tangan yang tidak bersih setelah dari toilet
* menyentuh permukaan yang terkena virus
* kontak langsung dengan penderita
* partikel muntahan yang menyebar saat seseorang muntah
Karena itulah, wabah flu perut sering meledak cepat di kapal pesiar.
Gejala biasanya muncul dalam 12 hingga 48 jam setelah terpapar norovirus, atau sekitar 1–3 hari pada viral gastroenteritis secara umum.