Virus Bundibugyo pertama kali ditemukan pada 2007 di Distrik Bundibugyo, Uganda. Dari wilayah itulah nama strain ini berasal.
Sejak ditemukan, kemunculan strain ini tergolong sangat jarang. Sebelum wabah 2026, Bundibugyo hanya tercatat memicu wabah besar di Uganda pada 2007-2008 dan di DR Congo pada 2012.
Kini, WHO menyebut wabah terbaru menjadi salah satu penyebaran Bundibugyo terbesar dalam sejarah modern karena telah menyebar lintas negara hingga masuk ke wilayah perkotaan dan area pertambangan dengan mobilitas tinggi.
Yang membuat Bundibugyo sangat mengkhawatirkan adalah belum adanya vaksin maupun terapi khusus yang terbukti efektif. Ya, WHO menegaskan saat ini belum ada vaksin resmi untuk Bundibugyo virus disease, meski berbagai kandidat vaksin masih dalam tahap pengembangan.
Selain itu, Ebola dikenal memiliki tingkat kematian tinggi. WHO mencatat rata-rata fatalitas Ebola mencapai sekitar 50 persen, bahkan dalam beberapa wabah tertentu bisa mencapai 90 persen.
Pada wabah terbaru, sedikitnya 80 orang dilaporkan meninggal dengan ratusan kasus suspek ditemukan di DR Congo dan Uganda.