Faktanya, ini bukan jenis flu baru, melainkan cabang mutasi terbaru dari virus influenza A (H3N2). Virus H3N2 telah bersirkulasi selama puluhan tahun di masyarakat global, dan menjadi bagian dari flu musiman.
Subclade K ini memiliki beberapa mutasi genetik yang membuatnya lebih mudah menular dibandingkan varian sebelumnya. Para pakar, termasuk dari World Influenza Centre menyatakan, mutasi ini adalah bagian dari dinamika alami virus flu yang terus berevolusi setiap waktu.
Gejala virus Subclade K muncul sekitar 3 hingga 4 hari setelah terpapar. Meski disebut 'super', secara klinis gejalanya tetap mirip dengan influenza pada umumnya.
Meski begitu, sering kali paparan virus subclade K ini dirasakan dengan intensitas yang lebih berat oleh penderitanya. Berikut ini beberapa gejala dari virus Subclade K:
- Demam tinggi hingga menggigil
- Batuk dan sakit tenggorokan
- Pilek atau hidung tersumbat
- Nyeri otot atau nyeri badan yang hebat
- Sakit kepala dan kelelahan ekstrem