Penyakit ini ditandai dengan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan dan organ-organ sehat dengan intensitas tinggi, beda dengan penyakit autoimun lain yang perkembangan gejalanya mungkin lebih lambat atau kurang parah.
Dokter TIfa menerangkan, beberapa gejala yang muncul pada orang dengan autoimun agresif adalah perubahan kulit yang agresif, gatal luar biasa, sarcopenia atau otot mengecil dengan cepat menimbulkan kelemahan dan kehilangan berat badan.
"Lalu, kerusakan organ-organ agresif terutama ginjal dan sistem imun, antara lain Lupus Nephritis grade IV-V, Rapid Progressive Glomerulonephritis (RPGN), Scleroderma Renal Crisis, yang bisa merusak ginjal dalam hitungan minggu hingga bulan," ungkap dr Tifa di X, dikutip Senin (23/6/2025).
Lebih lanjut, laporan Autoimmune Association dan WebMD menerangkan setidaknya ada tiga jenis autoimun agresif, antara lain:
1. Bentuk-bentuk tertentu dari ensefalitis autoimun
Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan otak yang mengakibatkan gejala neurologis dan psikologis, serta berpotensi menyebabkan hilangnya kesadaran atau koma.