Peningkatan pemahaman keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan praktik gizi. Market Nutritionist Lead PT Nestle Indonesia, Jennifer Handaja menerangkan sebagian keluarga menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan energi dan variasi konsumsi anak secara optimal.
“Temuan baseline menunjukkan adanya kesenjangan pada pemenuhan energi dan zat gizi mikro penting seperti zat besi dan kalsium. Sebab itu, intervensi difokuskan pada solusi yang realistis dan mudah diterapkan sehari-hari. Melalui edukasi, pendampingan kader, dan monitoring rutin, keluarga menjadi lebih percaya diri dalam memenuhi kebutuhan gizi anak serta menerapkan praktik makan yang lebih baik di rumah,” ujarnya.
Diketahui, Program Pendampingan Gizi 2025 dilaksanakan selama enam bulan, sejak Juli 2025 hingga Januari 2026. Program ini menjangkau 598 keluarga dengan anak berisiko stunting melalui pendampingan 147 kader, serta pembekalan edukasi kepada 520 ibu hamil dan menyusui di Kabupaten Karawang, Batang, dan Pasuruan.
Program tersebut berhasil menurunkan prevalensi underweight (berat badan kurang) dan severe underweight (berat badan sangat kurang) sebesar 22,5 persen, disertai perbaikan indikator pertumbuhan anak, serta peningkatan pemahaman keluarga terkait pemenuhan energi dan gizi harian.