"Karena kan Tissa ayahnya sudah meninggal dan otomatis ayahnya kan saya juga gitu," katanya.
Kalimat itu menjadi penegas Dhani tak hanya hadir sebagai calon mertua. Dia berusaha mengambil peran yang lebih besar, menjadi figur ayah bagi Tissa di hari paling penting dalam hidupnya.
Pentolan Dewa 19 itu pun ingin memastikan seluruh rangkaian adat, termasuk resepsi dan unduh mantu, dapat digelar secara utuh dalam satu momen spesial untuk Dul dan Tissa. Dia berharap pernikahan tersebut menjadi perayaan yang lebih lengkap dan penuh makna.
"Jadi ya mungkin ya lebih fokus satu acara saja gitu. Resepsi dan unduh mantu langsung semuanya gitu," kata Dhani.
Meski begitu, bukan berarti El tidak mendapat perhatian. Setelah akad dan resepsi, keluarga tetap menyiapkan perayaan yang lebih intim di Bali sebagai bentuk kebersamaan yang hangat.
"Di Bali juga ada. Tanggal 1 (Mei) kita berangkat. Cuma itu hanya keluarga saja dan teman-teman El," ujarnya.
Keputusan Ahmad Dhani ini menunjukkan bahwa di balik kemegahan pernikahan, ada rasa tanggung jawab dan kasih sayang yang lebih besar. Dia memilih mengutamakan hati yang perlu dikuatkan, daripada sekadar meramaikan sebuah pesta.