Studi lain yang melibatkan diet dan tidur menemukan bahwa asupan lemak jenuh dan gula yang tinggi dapat berhubungan dengan tidur yang lebih ringan dan kurang pulih dengan kecenderungan terjaga lebih sering.
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2017 menunjukkan bahwa minum soda yang mengandung kafein dan memiliki rasa manis terkait dengan durasi tidur yang lebih singkat. Namun, apakah hubungan ini disebabkan oleh kafein atau gula dalam soda masih perlu diteliti lebih lanjut untuk membuat kesimpulan yang pasti.
Makanan yang diawetkan, seperti makanan yang sudah lama atau makanan kalengan, seringkali memiliki kandungan sodium yang tinggi. Diet dengan kandungan sodium yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah.
Diet Pendekatan untuk Menghentikan Hipertensi (DASH) telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan dalam sebuah studi pada remaja perempuan, diet gaya DASH juga dikaitkan dengan penurunan risiko insomnia.
Selain itu, asam amino tertentu yang terdapat dalam makanan yang diawetkan, seperti daging merah yang sudah lama disimpan, dapat merangsang aktivitas otak dan menyebabkan kesulitan tidur.