JAKARTA, iNews.id – Masalah infertilitas atau gangguan kesuburan kini menjadi perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa kasus infertilitas tidak bisa lagi dianggap sepele karena jumlah penderitanya terus meningkat.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025, sekitar 17,5 persen populasi dewasa dunia atau satu dari enam orang mengalami infertilitas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesuburan merupakan masalah kesehatan global yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar.
Di Indonesia, Dante menyebut sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia subur mengalami infertilitas. Jika dikonversi ke jumlah pasangan, terdapat sekitar empat hingga enam juta pasangan yang membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan.
Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi menjadi langkah penting untuk mencegah bertambahnya kasus infertilitas. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini dinilai dapat membantu pasangan mengetahui kondisi reproduksinya lebih cepat.
“Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," kata Dante dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (30/5/2026).