PFN Suntik Dana untuk Film Merah Putih: One For All? Ini Faktanya

Muhammad Sukardi
Ifan Seventeen buka suara soal film Merah Putih: One For All. (Foto: Instagram)

LSF pun hanya menilai dan mengkurasi berdasarkan dari kaidah dan ketentuan yang ada. Contoh, film yang lolos dan bisa tayang itu tidak ada unsur isu SARA, ada pornografi, kekerasan dan lainnya.

"Tapi, LSF bukan mengkurasi kualitas dari produk filmnya," terangnya.

Pertanyaan selanjutnya, kenapa film ini bisa tayang di bioskop? Ifan menjawab, "Dikarenakan bioskop adalah perusahaan swasta, maka hak prerogatif dari bioskop untuk memberikan tayangan di tempat mereka."

Ifan tak menampik bahwa film animasi Merah Putih: One For All masih jauh dari kata maksimal secara produksi. "Tapi, bukankah kualitas produksi adalah bagian dari proses pembelajaran?" katanya.

"Dan perlu diingat, film ini tidak menggunakan dana atau anggaran dari pemerintah sedikit pun dan ini bukan filmnya PFN," tambahnya. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenekraf Akui Pernah Terima Audiensi dan Beri Masukan ke Pembuat Film Merah Putih: One for All

57 tahun lalu

Film Merah Putih One For All Disebut Pakai Dana Pemerintah: Wamen Ekraf Bantah, Produser Minta Netizen Jangan Fitnah

57 tahun lalu

Akhirnya Sutradara Film Merah Putih: One For All Muncul, Klarifikasinya Mengejutkan!

57 tahun lalu

Respons Kemenekraf Disebut Biayai Film Animasi Merah Putih: One for All

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal