Keren, 3 Film Pendek Indonesia Pemenang SFPP Tayang Perdana di Festival Film EoS 2024

Dini Listiyani
Sesi tanya jawab dengan para pemenang Short Film Pitching Project (SFPP) di EoS 2023 usai pemutaran perdana film di GoetheHaus, Jalan Dr GSSJ Ratulangi, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/6/2024). (Foto: Eos)

Film Tinah Buys Cigarettes 

Film pemenang pertama Tinah Buys Cigarettes berdurasi 20 menit dan diperankan oleh Vonny Anggraini, Betet Kunamsinam, dan Mbeno Aji Putro. Film yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa ini menceritakan tentang seorang istri yang sudah sangat lelah dengan pernikahannya tetapi kembali mendapatkan kekuatan saat diserang oleh preman motor. 

Film Tinah Buys Cigarettes (Foto: Istimewa/Europe on Screen 2024)

Sutradara Tinah Buys Cigarettes, Gugun Arief mengatakan, kemenangannya di SFPP EoS 2023 merupakan awal dari sebuah kesempatan memasuki industri perfilman, baik lokal maupun internasional. Dia juga akan mengikutsertakan Tinah Buys Cigarettes di berbagai festival film.

"Sampai hari ini Tinah Buys Cigarettes sudah kami daftarkan di empat festival lokal dan internasional yang menjadi prioritas. Sambil menunggu hasilnya, kami akan mendaftarkan ke festival-festival film lainnya serta pemutaran nonreguler lokal," kata Gugun.

Film Firman Firman

Film Firman Firman menceritakan tentang sosok Firman, seorang aktor yang berusaha menjaga identitas dan privasinya saat diwawancarai untuk film terbarunya. Sang sutradara Kurnia Alexander menceritakan proses pemilihan aktor yang berperan sebagai Firman, yang jatuh kepada aktor Mochisyam Hidayat.

Film Firman Firman (Foto: Istimewa/Europe on Screen 2024)

"Saya pertama kenal dengan Isyam saat pemutaran film. Saya sudah bisa melihat kalau ada sesuatu yang unik di dirinya. Ada semacam aura bintang yang menarik dan terlihat di pertemuan ini, ditambah vulnerability dan sikapnya yang oke. Begitu tahu dia bisa berakting juga, saya langsung tertarik untuk casting dia," kata Kurnia.

Film How to be a Man

Sementara film pemenang ketiga, How to be a Man, mengambil setting di sebuah klub renang. Film ini menceritakan tentang Farel yang merasa rendah diri karena tumbuh bulu-bulu halus di sekitar pusarnya. 

Sutradara William K mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi dalam produksi film ini adalah aktor utamanya, Muzakki Ramdhan, yang tidak bisa berenang gaya bebas. Membuat gerakan renang Zaki agar terlihat meyakinkan merupakan tantangan. 

Film pendek How to be a Man (Foto: Istimewa/Europe on Screen 2024)

"Jadi sebelum proses syuting dimulai, kami mengadakan sesi latihan renang gaya bebas untuk Zaki. Ditambah lagi lokasi syuting kami kolam renangnya rata kedalaman 2 meter sehingga kami menyediakan life guard untuk menjaga keselamatan para aktor saat adegan renang," kata William.

Diputar di Sidoarjo, Yogyakarta, Jakarta dan Medan

Para pencinta film masih berkesempatan menyaksikan kompilasi tiga film pendek pemenang SFPP EoS 2023 ini di sejumlah kota di Indonesia, yakni Sidoarjo, Yogyakarta, Jakarta dan Medan. Simak jadwalnya:

1. KEK Singhasari Content Garage, Sidoarjo, pada 10 Juni 2024 pukul 18:30 WIB

2. IFI Yogyakarta pada 11 Juni 2024 pukul 16.30 WIB

3. Kineforum Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 13 Juni 2024 pukul 16.30 WIB

4. AF Medan pada 14 Juni 2024 pukul 19.00 WIB

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Europe on Screen 2026 Resmi Dimulai, 55 Film Eropa Diputar Gratis!

57 tahun lalu

Fadli Zon Incar Country of Honor Cannes 2028, Gaspol Diplomasi Film Indonesia!

57 tahun lalu

Inspiratif! Dari Belajar Sendiri, Fadlan Sukses Garap Visual Futuristik Film Pelangi di Mars

57 tahun lalu

Film Horor Ini Hadirkan Petualangan Mencekam di RS Korea, Siap Teror Penonton Tanpa Jeda!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal