Peserta Hafiz Indonesia 2025 merupakan anak-anak berbakat yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an. Mereka dinilai tidak hanya berdasarkan jumlah hafalan, tetapi juga tajwid, kefasihan, kekuatan hafalan, irama dalam membaca dan akhlak sehari hari.
Ada beberapa peserta istimewa yang patut mendapat perhatian. Salah satunya adalah Hamzah, seorang bocah berusia 6 tahun asal Mesir, yang sudah menghafal 3 juz Al-Qur'an. Hamzah memiliki ibu yang berasal dari Indonesia dan ayah yang merupakan warga negara Mesir, seorang mantan pemain sepak bola yang kini menjadi guru tahfiz dan bahasa Arab.
Kemudian, ada juga Naufal, seorang anak berusia 10 tahun asal Melbourne Australia yang menghafal 30 juz Al-Qur’an. Naufal belajar menghafal Al-Qur’an di rumah tahfidz milik imigran Afrika Selatan yang ada di Melbourne.
Azzam, peserta dari Depok yang baru berusia 10 tahun, sudah menghafal 5 juz. Azzam memiliki keinginan untuk menghafal Al-Qur’an setelah menonton Hafiz Indonesia. Ia belajar dari nol, sering tertinggal di kelasnya, dan bahkan pernah merasa ingin menyerah hingga menangis bersama ibunya karena merasa kesulitan. Namun, berkat kerja keras dan ketekunan, Azzam kini menjadi yang terbaik di angkatannya.
Kisah yang mengharukan datang dari Yasmin, gadis kecil berusia 9 tahun ini, merupakan seorang tuna netra yang sangat ceria, percaya diri dan memiliki suara yang merdu. Pada usia 2,5 tahun ia didiagnosis menderita kanker retinoblastoma, dan harus dioperasi pengangkatan bola mata. Yasmin menghafal Al Qur’an lewat talaqqi langsung dengan ummi-nya. Kini Yasmin sudah memiliki hafalan 6 juz.