"Mungkin tantangan paling beratnya itu menyesuaikan dua pikiran jadi satu pikiran. Kadang misalnya Zahrani maunya A, Zakia maunya B, jadi akhirnya kami coba cari solusi yang cocok untuk kami berdua," jelasnya.
Soal target juara, baik Zahrani maupun Zaki mengaku tak ingin terlalu membebani diri. Bagi mereka, tampil lancar dan maksimal adalah hal yang utama.
Selama berkompetisi, Zahrani dan Zakia juga merasa mendapatkan banyak pelajaran berharga, terutama dari para pembimbing. Jika tengah menghadapi perbedaan ide atau bingung menyatukan pemikiran, keduanya mengaku berkonsultasi dengan para guru atau ustaz.
"Tipsnya dicoba aja dulu. Misalnya Zahrani bilang ini, Zakia bilang itu, kami coba dulu. Kalau nyambung kami bawa, kalau nggak ya nggak kami pakai. Kalau masih beda pendapat, kami minta solusi ke para guru atau ustaz mana yang terbaik," jelas mereka.
Saksikan perjuangan inspiratif Duo Z Zahrani dan Zakia dalam Grand Final Cahaya Muda Indonesia pada Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 21.00 WIB hanya di iNews.