"Kita mengajukannya waktu itu sampai April chasbacknya sampai 25 persen daripada cost dikeluarkan sebuah production," ujar Sandiaga.
"Mudah-mudahan bisa membantu cash flow yang ada dari film makers karena dengan intensif tersebut bisa bersaing dan bisa berkompetisi dengan destinasi-destinasi lain yang mendorong pola yang sama," katanya.
Kendati masih belum mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, Sandiaga terus mendorong agar kebijakan untuk memberikan intensif kepada rumah produksi agar segera disetujui kementerian terkait.
"Saya sudah mengajukan hampir dua tahun lalu mudah-mudahan dorongan dari teman-teman media juga agar rekan-rekan kami di pemerintahan bisa menyetujui," ujar Sandiaga.
"Hanya di mejanya Bu Menteri Keuangan, peraturannya lagi direvisi tetapi kita dorong supaya Menteri Keuangan bisa melihat film inisebagai identitas bangsa," katanya.