Maestro pelukis Indonesia berikutnya adalah Agus Djaya. Pria yang lahir dari keluarga bangsawan Banten pada 1 April 1913 ini pernah mengenyam pendidikan di Akademi Seni Rupa Amsterdam, Belanda.
Ketika menempuh pendidikan di Negeri Belanda, Agus Djaya berkesempatan bertemu dengan seniman kelas dunia, seperti Salvador Dali dan Pablo Picasso.
Agus Djaya pernah memamerkan karyanya di International Art Gallery di Sydney dan galerie Barbison di Paris.
Hendra Gunawan lahir di Bandung pada 11 Juni 1918. Hendra Gunawan memiliki seorang guru yakni Affandi dan Wahdi Sumanta. Semasa hidupnya, Hendra Gunawan dijuluki sebagai pelukis rakyat.
Salah satu lukisannya yang terkenal adalah Diponegoro yang Terluka. Beberapa karya Hendra Gunawan bisa dinikmati di sejumlah museum, seperti Ciputra Heritage Museum hingga SIngapore Art Museum.
Bakat Basuki Abdullah dalam melukis diwariskan dari sang ayah, Abdullah Suriosubroto. Pria kelahiran Surakarta pada 27 Januari 1915, sudah mulai menggambar tokoh terkenal seperti Rabindranath Tagore hingga Mahatma Gandhi.