Nih sinetron ceritanya udah nggak nyambung sama judulnya. Sinetron ini mengisahkan tentang impian tukang bubur yang ingin naik haji. Tokoh utamanya dibikin meninggal, tapi sinetronnya masih ada. Makanya gue nggak setuju kalau cerita Bapak Ir. Soekarno dibikin sinetron, bisa-bisa ceritanya sampai cucu Ibu Megawati nggak tamat-tamat.
Di Indonesia juga kadang ada yang suka kebalik. Misalnya, saat hajatan dan tahlilan orang meninggal. Orang yang hajatan itu kan lagi bahagia. Yang kondangan malah ngasih duit. Tapi, saat tahlilan orang meninggal, keluarga duka malah yang harus bagi makanan ke orang-orang yang ikut tahlilan, nggak peduli mau keluarga kaya atau miskin. Ini kan kebalik.
Terus ada lagi nih, klip. Tahu kan klip? Kalo kalian lihat kamus, klip itu alat untuk menjepit kertas. Tapi, ini banyak disalahgunakan. Klip dipake buat bungkus plastik makanan. Nggak jarang klipnya juga nyampur sama makanan. Kalo kemakan kan bahaya.
Gue juga suka aneh sama artis yang kena masalah hukum. Udah ketangkep, tapi seperti merasa tak bersalah, malah bilang sebagai warga negara yang baik, kita harus mengikuti proses hukum yang ada. Ini kan absurd, kalo ngaku warga negara yang baik, ya jangan melanggar hukum dong. Iya nggak?
Sekian, gue Jomleh.
Sebelumnya, selamat malam. Terutama buat kamu-kamu semua yang jarang diucapkan selamat malam.