Pengamat Soroti Hotman Vs Razman, Minta Seleksi Advokat Pertimbangkan Stabilitas Emosi

Binti Mufarida
Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Suparji Ahmad dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Sidang Ricuh, Naik Meja, Hina Pengadilan? yang tayang di iNews, Selasa (11/2/2025). (Foto: iNews)

"Soal apakah mungkin ya, soal rekayasa gitu, tentunya dalam hal ini saya bicara tidak pada konteks asumsi tetapi bagaimana bahwa ada piranti dalam konteks misalnya ada soal kesalahan prosedur, ada mekanisme kontrol horizontal melalui praperadilan. Demikian pula kaitannya dengan soal hak-hak dari seorang tersangka, tentunya ada ruang-ruang untuk mengajukan hak-hak tersebut," tutur dia.

Suparji berharap kisruh hubungan antara Hotman dan Razman tidak menjadi cerminan buruk bagi dunia hukum Indonesia. Sebaliknya, dia berharap kasus ini menjadi refleksi bagi semua pihak untuk menjaga integritas dan profesionalisme di bidang hukum.

“Jadi menurut saya kalau kemudian kita menggunakan asumsi bahwa apakah mungkin ya rekayasa-rekayasa dan sebagainya, saya kira tentunya kita harus menggunakan basis data, basis fakta, basis bukti, dan melalui berbagai mekanisme yang dapat dilakukan. Misalnya praperadilan. Ada tiga aspek, substansi, prosedur dan kewenangan,” tutur dia.

Sebelumnya, Razman Arif Nasution berhadapan langsung dengan Hotman Paris Hutapea dalam sidang dugaan pencemaran nama baik di PN Jakut pada Kamis (6/2/2025).

Dalam kasus itu, Hotman sebagai saksi korban, sementara Razman berstatus terdakwa. Sidang tersebut berujung ricuh hingga majelis hakim memilih walk out dari ruang sidang.

Razman terlihat mendekati Hotman yang masih duduk di bangku saksi. Dia kemudian meletakkan tangan di bahu Hotman hingga akhirnya terjadi keributan. 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ray Rangkuti Sebut Posisi RI di Politik Global Tak Ada Daya Tawar: Masih Ikut-ikutan

57 tahun lalu

Rupiah Melemah, Tenaga Ahli DEN: Ekonomi Nasional Masih Aman

57 tahun lalu

DEN Optimistis Pelemahan Rupiah Mereda pada Juli 2026, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Budiman Sudjatmiko Sebut Prabowo Sedang Bangun Fondasi Baru Ekonomi RI

57 tahun lalu

Gema Goeyardi Dukung Pemerintah Tingkatkan Diplomasi: Harus Berani Tunjukkan Wibawa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal