Dalam konteks ini, Haris menganggap bahwa lagu Sukatani justru terlambat dalam merespons kritik terhadap kepolisian.
“Jadi kalau ini (lagu Sukatani) dibilang bablas, tidak ada yang kebablasan. Sukatani malah telat kenapa baru bikin lagu sekarang. Jadi, saya mau mengatakan bahwa ini ada ekspresi yang imajinatif ada pilihan bahasanya menggambarkan apa yang dekat dengan fakta, Sukatani ada di situ,” ujarnya.