Kasus ini juga dikaitkan dengan kebijakan pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump. Somalia termasuk dalam daftar negara yang terdampak kebijakan tersebut.
FIFA telah mengonfirmasi tidak memiliki kewenangan untuk mengubah atau mengintervensi keputusan yang diambil otoritas imigrasi Amerika Serikat. Meski demikian, insiden tersebut memicu gelombang simpati dan dukungan dari berbagai kalangan sepak bola internasional yang menilai Artan menjadi korban situasi di luar kendalinya.