Maria menjelaskan, PIP atau Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah yang ditunggu anaknya untuk membayar iuran sekolah.
"Saya bilang PIP belum terima. Uang dari mana? saya minta keterangan dari desa dulu. Untuk tahap pertama uang sekolah sudah lunas, nanti berikutnya kalau PIP sudah cair," katanya.
Dalam keseharian, YBR diketahui membantu neneknya menjual sayur, ubi, dan kayu bakar. Untuk kebutuhan makan, keluarga tersebut mengandalkan hasil kebun sederhana seperti pisang dan ubi.
Keterangan warga setempat menyebutkan, keluarga korban hidup dalam tekanan ekonomi cukup lama setelah ditinggalkan kepala keluarga. Kondisi ini membuat pendampingan emosional terbatas dan akses terhadap bantuan sosial menjadi minim.
Ironisnya, keluarga tersebut juga disebut belum tersentuh berbagai bantuan pemerintah, mulai dari bantuan rumah layak huni, bantuan pendidikan, hingga bantuan sosial lainnya.