"Kalau untuk korban luka-luka kami belum mendapatkan laporan. Jarak dari RS ke Cibalong itu sekitar 6 kilometer," katanya.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan, sebelum terjadi ledakan secara tiba-tiba, proses pemusnahan amunisi afkir atau tak layak pakai telah sesuai prosedur. Lahan yang digunakan untuk penghancuran amunisi afkir tersebut yakni lahan milik BKSDA Kabupaten Garut.
Lahan ini telah rutin digunakan untuk memusnahkan amunisi afkir dan lokasinya jauh dari permukiman warga.
Semua petugas di lokasi kejadian pun, telah melakukan pengecekan terhadap personel dan yang berkaitan dengan lokasi peledakan. Semua dinyatakan dalam keadaan aman.
"Selanjutnya, tim penyusun amunisi melakukan persiapan pemusnahan di dalam dua lubang sumur yang disiapkan. Setelah seluruh tim pengamanan masuk ke pos masing-masing untuk pemasangan pengamanan," kata Kapendam III Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin.