Respons KPK usai Didesak Periksa Jokowi yang Hartanya Naik 186 Persen selama Jadi Presiden

iNews TV
Respons KPK atas desakan Aktivis 98 untuk memanggil Jokowi terkait harta kekayaannya yang naik selama menjabat presiden. (iNews)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons desakan dari kelompok aktivis 1998 yang tergabung dalam Nurani '98 untuk memanggil Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Lembaga antirasuah itu didesak mengusut harta kekayaan Jokowi yang naik 186 persen selama menjabat presiden.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu, menegaskan, KPK menangani perkara secara berjenjang, dimulai dari laporan yang berasal dari masyarakat ataupun jika ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan. 

"Jadi kami di KPK itu menangani perkara secara berjenjang, mulai ada laporan dari masyarakat ataupun misalkan temuan oleh BPK hasil audit atau BPKP, kemudian kita tindak lanjuti di PLPM (Penerimaan Layanan & Pengaduan Masyarakat) atau dumas," kata Guntur Rahayu, Kamis (9/1/2025).

KPK selanjutnya dapat menindaklanjuti ke penyelidikan. Setelah itu, lembaga antirasuah dapat melakukan pemanggilan apabila kasus dugaan korupsi telah memasuki tahap penyidikan.

"Kemudian dari sana kami tindak lanjuti ke penyelidikan. Kalau dianggap memang ada peristiwa tindak pidana korupsinya naik penyidikan, di penyidikan baru dilakukan upaya-upaya paksa, memanggil, menggeledah menyita memeriksa orang untuk menemukan tersangkanya. Nah kita tidak tahu seperti apa ini. Kalau ada laporannya, tentunya secara berjenjang. Nanti ditunggu saja, tunggu laporannya," katanya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
4 jam lalu

YLBHI Soroti Penyerahan Kasus Febrie ke Kejagung, Desak KPK Ambil Alih Penyidikan

6 jam lalu

KPK Respons Praperadilan Asrul Azis: Penggeledahan Kasus Kuota Haji Sesuai Aturan

7 jam lalu

Asrul Azis Taba Tersangka Kuota Haji Ajukan Praperadilan Lagi, Ini Reaksi KPK

16 jam lalu

Pernah Ditolak, Asrul Azis Tersangka Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan lagi

1 hari lalu

KPK Pertimbangkan Penyidikan Baru Kasus Korupsi Bea Cukai usai Perkara Bos Blueray Cargo Inkrah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal