"Kami melakukan pertemuan yang intensif, produktif, terbuka, dan berorientasi ke depan. Jika ada salah paham atau perbedaan persepsi, kami sepakat menyelesaikannya sebagai sahabat melalui komunikasi yang terbuka," katanya.
Prabowo menambahkan, perdamaian dan stabilitas tidak akan tercipta dengan sendirinya, melainkan harus dijaga melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mencatat 26 capaian konkret, terdiri atas 18 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antarpemerintah (government-to-government) dan delapan kesepakatan kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business).
Menurut Prabowo, hasil tersebut menjadi bukti kuatnya komitmen Indonesia dan Singapura dalam mempererat hubungan bilateral sekaligus mendorong stabilitas serta kemakmuran kawasan.