Pernah Mapan di Luar Negeri, Anak Pahlawan Nasional Sayuti Melik Kini Tinggal di Rumah Kontrakan Sempit

iNews
Kisah hidup Heru Baskoro, putra dari tokoh sejarah pengetik naskah Proklamasi RI Sayuti Melik dan pahlawan nasional SK Trimurti, menggambarkan perputaran roda nasib yang begitu drastis. Foto: iNews TV

JAKARTA, iNews.id - Kisah hidup Heru Baskoro, putra dari tokoh sejarah pengetik naskah Proklamasi RI Sayuti Melik dan pahlawan nasional SK Trimurti, menggambarkan perputaran roda nasib yang begitu drastis. Setelah sempat mengecap kesuksesan karier di Amerika Serikat, Heru bersama istrinya, Treyzia Noviani, memutuskan untuk pindah dan menetap di Kanada selama puluhan tahun.

Keputusan tersebut mereka ambil setelah berkonsultasi dengan pengacara imigrasi, terpikat oleh janji sistem jaminan sosial dan fasilitas kesehatan yang sangat terjamin di sana. Di Kanada, mereka menjalani kehidupan yang mapan, tenang, dan berkecukupan.

Namun, kenyamanan tersebut mulai terusik ketika Heru mengalami gangguan penglihatan parah yang membutuhkan penanganan medis intensif dan segera. Meskipun Kanada dikenal memiliki sistem kesehatan yang baik, prosedur antrean medis yang panjang membuat kondisi matanya terancam memburuk. Demi mendapatkan pengobatan yang lebih cepat, mereka akhirnya mengambil keputusan besar untuk pulang ke Indonesia.

Sekembalinya ke tanah air, realitas hidup mereka berubah total. Finansial mereka terkuras demi membiayai pengobatan mata Heru, hingga akhirnya pasangan lansia ini harus menjalani masa tua mereka di sebuah rumah kontrakan sederhana di kawasan Bekasi.

Di rumah yang bersahaja itu, Treyzia dengan setia merawat Heru yang kondisi fisiknya terus menurun seiring bertambahnya usia. Menariknya, di tengah keterbatasan ekonomi tersebut, Heru sama sekali tidak pernah memanfaatkan nama besar dan jasa luar biasa kedua orang tuanya untuk meminta fasilitas khusus atau belas kasihan dari pemerintah.

Ia dan istrinya memilih menghadapi garis takdir mereka dengan mandiri, menjadikan kisah senja mulia ini sebagai potret reflektif tentang kebersahajaan seorang anak tokoh bangsa.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
14 hari lalu

Mensos Dukung Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan Nasional: Pejuang Bahasa Indonesia

3 bulan lalu

Pramono bakal Renovasi Museum MH Thamrin, Jadi Ikon Baru Jakarta

5 bulan lalu

Mengenal Roehana Koeddoes, Pahlawan dan Jurnalis Perempuan yang Berani Bersuara

8 bulan lalu

Bahlil soal Masih Ada yang Tolak Gelar Pahlawan Soeharto: Saya Doakan Mereka Ikhlas

8 bulan lalu

Ribka Tjiptaning Dipolisikan Buntut Pernyataan soal Soeharto, Begini Responsnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal