JAKARTA, iNews.id - Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengutuk insiden penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dia mengatakan, kejadian tersebut merupakan kejahatan luar biasa.
Novel mengaku prihatin dengan kejadian tragis itu. Mantan anggota Polri itu menduga serangan kepada Andrie mengarah kepada pembunuhan.
"Yang pertama saya ingin menyampaikan bahwa Andri Yunus orang baik. Dia orang yang berintegritas, kritis, dan berani. Apa yang dia lakukan itu bukan untuk kepentingan pribadinya dia. Dia berjuang, dia melakukan sesuatu untuk kepentingan orang banyak. Itu satu poin penting yang ingin saya sampaikan," ucap Novel kepada awak media di Kantor YLBHI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Novel Baswedan diketahui merupakan penyintas korban penyerangan menggunakan air keras. Mantan penyidik KPK 2007-2021 itu mengalami cacat permanen pada mata kirinya akibat disiram air keras pada April 2017 silam.
Karena itu, Novel menduga serangan terhadap Andrie sudah terorganisir seperti insiden yang dialami olehnya. Dia menegaskan, ini merupakan tindaka yang biadab dan kejahatan luar biasa.