Menurut keterangan dari Kementerian Dalam Negeri Suriah, aparat keamanan sebenarnya sudah mendeteksi keberadaan alat peledak di beberapa titik di pusat kota Damaskus sebelum peristiwa terjadi.
Namun, situasi bergerak terlalu cepat. Bom yang dipasang di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan serta di dalam tong sampah tersebut terlanjur meledak ketika tim penjinak bom (Jihandak) sedang melakukan persiapan untuk melumpuhkannya.
Akibat ledakan tersebut, kepulan asap pekat dan kobaran api tampak membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Petugas darurat, tim penyelamat, serta armada ambulans langsung dikerahkan secara masif ke area terdampak untuk mengevakuasi para korban luka ke klinik dan rumah sakit terdekat.
Hingga saat ini, aparat keamanan Suriah telah menutup sebagian kawasan di sekitar titik ledakan guna memperlancar proses penanganan serta penyelidikan lebih lanjut demi mengungkap dalang di balik aksi teror ini.