Dia menilai bahwa aksi penolakan yang dilakukan oleh sekelompok massa tersebut lebih didorong oleh luapan emosi, kekecewaan, atau kemarahan sepihak. Qodari pun kembali mengingatkan pentingnya esensi dari sebuah diskusi ilmiah di lingkungan akademik.
“Saya kira dialog itu, ya, dijawab dengan dialog yang lain, kan tidak susah. Saya kira itu jawaban yang paling proporsional. Kalau kita bicara mengenai demokrasi dan bicara mengenai dialog,” ungkapnya.