Media The New York Times melaporkan Kheibar berbahan bakar padat dan dilengkapi sistem panduan canggih untuk mengenai target. Rudal itu memiliki jangkauan 1.450 kilometer, jarak yang memungkinkan mencapai wilayah Israel jika ditembakkan dari Iran.
Keunggulan lain Kheibar terletak pada hulu ledaknya yang mampu bermanuver. Kemampuan tersebut dirancang untuk menghindari setidaknya sebagian sistem pertahanan udara tradisional, sehingga meningkatkan potensi efektivitasnya.
Dengan spesifikasi tersebut, Kheibar dinilai menjadi salah satu komponen penting dalam arsenal balistik Iran. Klaim penggunaan rudal ini terhadap target strategis Israel menambah ketegangan di kawasan dan memicu perhatian komunitas internasional.
Situasi masih berkembang seiring belum adanya konfirmasi dampak di lapangan. Pernyataan resmi dari kedua pihak dinantikan untuk memperjelas kondisi terkini pascaklaim serangan tersebut.