TEHERAN, iNews.id – Iran dan Israel saling serang dalam eskalasi konflik yang memasuki hari kelima. Iran menembakkan sekitar 40 rudal ke target Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah, menurut pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Perang yang dimulai dengan serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap sejumlah lokasi di Iran sejak akhir Februari terus memicu serangan balasan dari Teheran. IRGC menyebut gelombang peluncuran rudal ini sebagai bagian dari operasi militer lanjutan terhadap target militer dan strategis pihak lawan.
Serangan udara AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026 menandai eskalasi signifikan dalam konflik ini. AS bahkan mengklaim telah menyerang lebih dari 2.000 target di Iran, termasuk rudal balistik, peluncur, serta drone, dengan tujuan melemahkan kemampuan militer Iran secara drastis.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan, korban tewas di Iran akibat gelombang serangan mencapai hampir 787 orang, dengan serangan udara dan rudal yang terus berlangsung di berbagai wilayah negara itu.
Konflik ini juga memunculkan dampak lintas kawasan. Misalnya, serangan rudal dan drone Iran dilaporkan telah membidik target di beberapa negara Teluk serta lokasi militer AS di kawasan tersebut.
Serangan semacam ini menunjukkan konflik yang tidak hanya terbatas di perbatasan langsung Israel dan Iran, tetapi berpotensi meluas ke negara tetangga dan sekutu kedua pihak.