TEHERAN, iNews.id - Lautan manusia memadati jalan-jalan utama di Teheran, Iran. Jutaan warga dan pelayat datang dari berbagai penjuru untuk memberikan penghormatan terakhir dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Suasana duka yang mendalam begitu terasa mengiringi jalannya upacara pelepasan tersebut.
Prosesi akbar yang berlangsung dengan sangat khidmat ini menjadi salah satu momen berkabung terbesar dalam sejarah modern Iran.
Jenazah mendiang Ali Khamenei tampak dibalut dengan bendera nasional Iran dan dibawa melintasi rute protokol ibu kota di atas kendaraan khusus. Jutaan pelayat yang didominasi pakaian hitam tak kuasa menahan tangis, mengiringi peti jenazah sang pemimpin sembari membawa atribut duka dan bendera perlawanan.
Sebagaimana diketahui, Ali Khamenei mengembuskan napas terakhirnya pada usia 86 tahun setelah dilaporkan tewas dalam serangan udara yang terjadi pada 28 Februari lalu. Upacara pemakaman berskala raksasa ini terpaksa sempat tertunda beberapa bulan akibat dinamika situasi geopolitik, dan baru dapat terlaksana pada awal Juli 2026 ini di bawah pengawalan keamanan berlapis.
Prosesi di Teheran ini menjadi puncak penghormatan publik di ibu kota, sebelum iring-iringan jenazah melanjutkan perjalanan ke kota suci Qom, dilanjutkan ke beberapa wilayah kota suci di Irak, hingga akhirnya dijadwalkan dimakamkan di kompleks makam suci Mashhad sesuai wasiat terakhirnya.