Kekecewaan Gubernur semakin memuncak lantaran lambatnya respons dari Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memberikan penjelasan resmi terkait kronologi kejadian.
Melki mengaku sempat menghubungi kepala daerah setempat namun tidak segera mendapatkan tanggapan yang memadai, hingga akhirnya dia harus menerjunkan timnya sendiri untuk melakukan pengecekan di lapangan. Dia memperingatkan agar pemerintah daerah tidak terbiasa dengan kemiskinan hingga menganggap kematian seperti ini sebagai hal yang lumrah.
Di akhir pernyataannya, Gubernur menyerukan agar kejadian ini menjadi momen pertobatan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan di NTT. Melki menginstruksikan kepada jajarannya agar lebih peka terhadap warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, karena meskipun anggaran terbatas, negara harus hadir untuk urusan-urusan mendasar seperti kebutuhan sekolah anak-anak.
Tragedi ini menimpa YBS, bocah berusia 10 tahun yang ditemukan meninggal dunia di sebuah pohon cengkeh dekat pondok bambunya setelah permintaannya untuk membeli buku dan pulpen tidak mampu dipenuhi oleh sang ibu.
Sepucuk surat perpisahan dalam bahasa daerah yang ditinggalkan korban menjadi saksi bisu betapa berat beban yang harus dipikul oleh seorang anak kecil di tengah himpitan ekonomi.