GAZA, iNews.id - Rekaman video yang diunggah pejabat Israel memicu kecaman internasional setelah memperlihatkan ratusan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) dipaksa berlutut dengan tangan terikat ke belakang. Dalam video itu, para aktivis tampak menempelkan dahi ke lantai usai ditangkap pasukan Israel.
Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengecam keras perlakuan tersebut dan menyebut tayangan itu sebagai bentuk “sadisme” serta kemerosotan moral para pemimpin Israel.
“(Rekaman tersebut adalah bukti) kemerosotan moral dan sadisme,” demikian pernyataan Hamas, dikutip dari Reuters, Kamis (21/5/2026).
Kecaman serupa disampaikan organisasi advokasi hukum Adalah yang mendampingi para aktivis GSF. Mereka menuding Israel melakukan penyiksaan dan penghinaan terhadap para aktivis kemanusiaan yang mencoba menembus blokade Gaza.
“Israel menerapkan kebijakan kriminal berupa penyiksaan dan penghinaan terhadap para aktivis yang berupaya menentang kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina,” kata Adalah.