Dia menyayangkan Fadli Zon yang telah menghakimi langsung sebelum menilai karya-karyanya. Dia meyakini, Fadli Zon telah mendapat laporan subjektif dari anak buahnya perihal lukisannya.
"Saya jelaskan, dalam bahasa seni rupa, telanjang dari kejujuran, simbol dari kepolosan, karena kita lahir itu polos nggak pakai baju, nggak pakai apa-apa. Nah kalau itu dianggap sebuah kemesuman, berarti otak orang yang mengatakan bahwa itu mesum, itu senggama, orang itu berpikir, pikirannya sebatas itu," kata Suprapto saat jumpa pers di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2024).