Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengonfirmasi adanya sejumlah bangunan yang runtuh akibat gempa. Meski demikian, tingkat kerusakan secara keseluruhan masih dalam pendataan karena tim pemerintah terus melakukan pemeriksaan di wilayah terdampak.
Sementara itu, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan bahwa rangkaian gempa yang terjadi di sejumlah wilayah dunia dipicu oleh mekanisme sumber yang berbeda, mulai dari aktivitas sesar lokal hingga pergerakan lempeng tektonik.
“Peristiwa beruntun ini dipicu oleh gempa dengan mekanisme sumber yang bervariasi, mulai dari pergeseran sesar lokal di California Utara dan Venezuela hingga aktivitas subduksi lempeng di Jepang,” ujar Daryono dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, rangkaian aktivitas seismik global tersebut diawali oleh gempa Magnitudo 5,6 yang mengguncang California Utara, Amerika Serikat, pada Rabu (24/6/2026) pukul 22.10 WIB. Gempa berpusat di darat sekitar 11 kilometer di utara Redwood Valley dengan kedalaman dangkal 8,9 kilometer.
Daryono menilai gempa tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan karena mencapai intensitas VI–VII MMI. Getaran kuat menyebabkan warga terkejut dan berlarian keluar rumah, serta memicu kerusakan ringan pada bangunan yang tidak dirancang tahan gempa.