Di Desa Siordang, Sirandorung, listrik padam ketika rumah-rumah warga mulai terendam. Kondisi ini memperburuk situasi evakuasi dan pelayanan darurat di lokasi.
Sementara itu, Desa Unte Mungkur I, Kolang, tercatat empat titik banjir yang merendam jalan dan pemukiman warga. Keadaan ini semakin menyulitkan mobilitas masyarakat dan bantuan darurat.
Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di wilayah pesisir dan perbatasan Kabupaten, yakni Kecamatan Barus dan Andamdewi. Sungai Aek Sirahar meluap, tanggul jebol, dan debit air mencapai satu meter di sejumlah desa, termasuk Kinali, Pasar Terandam, Ujung Batu, Kampung Mudik, Aek Dakka, dan Padang Masiang.
Masinton menekankan perlunya kewaspadaan tinggi dan segera melakukan koordinasi bantuan. “Kondisi ini mengharuskan seluruh warga tetap waspada, sementara tim penanganan bencana terus melakukan evakuasi dan memantau lokasi-lokasi rawan,” tambahnya.
Banjir di Tapanuli Tengah menegaskan perlunya mitigasi dan kesiapsiagaan berkelanjutan untuk menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi di wilayah Sumatera Utara.