Bandara Internasional Guadalajara di Jalisco menjadi sasaran berikutnya. Kelompok bersenjata berupaya menguasai area bandara menggunakan senjata api sebelum aparat memperketat pengamanan.
Otoritas negara bagian dan federal langsung menggelar operasi keamanan besar-besaran. Pasukan ditempatkan di lokasi strategis untuk menjaga keselamatan warga dan pengunjung.
Gubernur Jalisco mengumumkan pengaktifan kode merah melalui media sosial. Seluruh aktivitas non-esensial dihentikan guna mencegah ancaman lanjutan terhadap masyarakat.
Menurut Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Warga Negara, 25 anggota garda nasional dan 30 anggota kelompok kejahatan terorganisir tewas dalam bentrokan tersebut. Operasi pemulihan keamanan masih berlangsung di berbagai titik.
Situasi keamanan di Jalisco terus dipantau ketat. Pemerintah berupaya mengendalikan kondisi setelah kematian bos kartel narkoba yang mengguncang stabilitas wilayah tersebut.