Menurut Nurma, pesan ancaman dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada guru dan petugas tata usaha (TU). Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bersama unsur pemerintah setempat langsung mendatangi sekolah untuk melakukan pengamanan.
Tim Gegana Polda Metro Jaya bersama Densus 88 kemudian melakukan penyisiran menyeluruh di lingkungan sekolah guna memastikan tidak ada benda mencurigakan.
"Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan adanya bahan peledak maupun bom di area sekolah. Meski demikian, proses penyisiran tetap dilakukan untuk memastikan situasi benar-benar aman sebelum aktivitas belajar mengajar kembali berlangsung.
Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana panik di lingkungan sekolah. Sejumlah personel kepolisian bersenjata lengkap tampak berjaga dan melakukan sterilisasi di lokasi.