YLKI: Cukai Rokok untuk Tambal Defisit BPJS Kesehatan Menyesatkan

Rahmat Fiansyah
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo yang mengizinkan defisit BPJS Kesehatan ditambal dengan cukai rokok.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi memahami defisit BPJS Kesehatan harus segera ditutup karena membahayakan keselamatan pasien. Selain itu, langkah menambal defisit dengan cukai rokok juga cukup layak untuk mengobati penyakit akibat dampak negatif rokok.

"Namun, hal ini tidak bisa dilakukan secara serampangan, karena alih alih akan menimbulkan sejumlah ironi yang justru kontra produktif bagi masyarakat dan BPJS Kesehatan itu sendiri," kata Tulus melalui keterangan tertulis, Kamis (20/9/2018).

Dia memaparkan sejumlah ironi di balik suntikan cukai rokok untuk menambal defisit BPJS Kesehatan. Pertama, YLKI menilai langkah tersebut seperti halnya pemerintah menyuruh rakyatnya untuk merokok karena mengobati orang sakit tetapi dengan cara mengeksploitasi warganya untuk tambah sakit.

"Sama artinya pemerintah mendorong agar rakyatnya sakit, karena konsumsi rokok," ujarnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPJS Kesehatan Buka Loker untuk Lulusan D3, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

57 tahun lalu

Bungkus Rokok Diseragamkan Dinilai Tak Akan Efektif, Pengamat Usul Perokok Tak Ditanggung BPJS

57 tahun lalu

Purbaya Pasang Mesin Hitung Otomatis di Pabrik Rokok Pekan Depan, Cegah Kebocoran Cukai

57 tahun lalu

Mulai 1 Juni 2026 Aturan Kontrol Pasien BPJS Berubah, Begini Ketentuannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal