Trump Bawa AS Masuk Kembali ke Perdagangan Bebas?

Ranto Rajagukguk
Presiden AS Donald Trump (Foto: BBC)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump mungkin telah menyadari kebijakan 'America First'-nya membuat Amerika Serikat (AS) sendirian dalam perdagangan. Namun, para analis skeptis bahwa tawaran terakhirnya untuk bergabung kembali dalam sebuah pakta perdagangan multilateral akan benar-benar ditindaklanjuti.

Trump pergi ke World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss dan menawarkan kemungkinan bahwa AS akan bergabung kembali dengan Trans-Pacific Partnership (TPP). Itu terjadi setahun setelah salah satu tindakan resminya yang pertama sebagai presiden untuk menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Tindakan tersebut diambil hanya beberapa hari setelah 11 negara anggota TPP yang tersisa setuju untuk melanjutkan kesepakatan tersebut dengan tidak adanya AS. "Keputusan untuk terus maju tanpa AS benar-benar dilakukan saat itu," kata Monica de Bolle dari Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional yang berbasis di Washington, seperti mengutip AFP, Sabtu (27/1/2018).

Tapi Trump juga dekat dengan berbagai pihak sehingga banyak yang bertanya-tanya apakah perkataannya soal TPP akan ditindaklanjuti. Dalam pidatonya pada hari Jumat di Davos, Trump mengatakan, AS akan mempertimbangkan untuk melakukan negosiasi dengan mitra TPP yang sebelumnya baik secara individu, atau mungkin sebagai sebuah kelompok.

Di Davos, isyarat, meski samar, disambut dengan baik oleh peserta World Economic Forum (WEF) yang mencintai pasar bebas, termasuk elite politik dan politikus dunia. TPP pada awalnya merupakan proyek yang dipimpin oleh AS, yang dengan sengaja mengecualikan saingan Washington, yakni China.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

57 tahun lalu

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran

57 tahun lalu

Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran

57 tahun lalu

Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal