Transaksi Digital RI Melonjak Tajam di Tengah Tekanan Global, Ini Buktinya

Tim iNews.id
Ilustrasi transaksi digital Indonesia melonjak di tengah tekanan. (Foto: ist)

Tingginya adopsi pembayaran digital di Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan signifikan transaksi QRIS yang diproses oleh ALTO Network, dengan volume transaksi meningkat sebesar 89,56% dan nilai transaksi tumbuh 94,18% secara tahunan (Maret 2025 dibandingkan Maret 2026).CEO ALTO Network, Gretel Griselda mengatakan meskipun kondisi global menghadirkan berbagai tantangan, ekosistem pembayaran di Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat. 

“Di tengah kondisi ekonomi global saat ini yang cenderung memiliki volatilitas tinggi, kami melihat tren pembayaran di Indonesia masih stabil bahkan cenderung menguat. Ini ditandai dengan tetap tumbuhnya transaksi yang kami proses baik dari sisi jumlah transaksi maupun volume transaksi, ini dapat menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki daya konsumsi yang baik. Saat ini ALTO Network memproses hingga 30 juta transaksi per harinya," ucap dia.

Dengan pertumbuhan transaksi yang semakin pesat, muncul tantangan baru bagi pelaku industri dalam mengelola volume transaksi yang besar, tipe pembayaran yang semakin beragam, serta kebutuhan analisis bisnis yang harus dilakukan secara cepat, kapan saja dan di mana saja.

Di sisi lain, banyak institusi keuangan dan pelaku bisnis masih mengandalkan berbagai dashboard yang terpisah untuk memantau transaksi, mengelola klaim, dan menangani isu operasional. Kondisi ini menimbulkan risiko data yang tidak tersentralisasi, alur kerja yang tidak konsisten, dan pada akhirnya berpotensi memperlambat proses analisis dan pengambilan keputusan.

Dalam konteks ini, berbagai inovasi mulai diperkenalkan oleh pelaku industri, salah satunya ALTO Network, menghadirkan ASKARA Connect, yang menyatukan berbagai proses operasional dalam satu sistem terintegrasi. Dengan visibilitas yang lebih menyeluruh, tim operasional dapat merespons isu dengan lebih cepat dan mengambil keputusan berbasis data.

Chief Business Officer ALTO Network Rangga Wiseno menyoroti tantangan ke depan tidak hanya terletak pada teknologi, tetapi juga pada bagaimana sistem dapat beradaptasi dengan kompleksitas operasional. 

“Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana memproses transaksi dengan cepat, tetapi bagaimana memastikan seluruh proses di belakangnya. Mulai dari monitoring, koordinasi, hingga penanganan kendala bisa berjalan secara terintegrasi dan efisien," kata Rangga.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
5 jam lalu

Ekonom UI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tembus 5,54 Persen

Nasional
18 jam lalu

Di Tengah Perang Iran, ADB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh Baik 5,2% Tahun 2026

Nasional
4 hari lalu

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Ekonomi Melambat: Dia Sudah Dosa Besar

Nasional
17 hari lalu

Purbaya: RI Jauh dari Krisis, Ekonomi Tumbuh 6 Persen Seharusnya Tak Sulit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal