"Juga menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan kapasitas perekonomian," kata dia.
Adapun langkah BI kali ini di luar ekspektasi pasar.
Sebelumnya Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, memproyeksikan BI tetap akan menahan suku bunga.
"BI sudah menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini. Kami perkirakan pemangkasan lanjutan sebesar 25 bps ke 5,0 persen baru akan dilakukan pada semester II-2025," kata Rully dalam risetnya, Rabu (20/8).
Rully menuturkan fundamental ekonomi masih cukup mendukung. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 tercatat 5,12 persen yoy, lebih tinggi dari konsensus 4,8 persen.
"Sementara rupiah sempat melemah 0,5 persen ke level Rp16.245 per dolar AS pada perdagangan kemarin, sehingga risiko volatilitas masih membayangi," ujar Rully.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juli 2025 tercatat sebesar 2,37 persen (year-on-year), naik dari 1,87 persen (yoy) pada Juni 2024.
Secara bulanan, indeks harga konsumen (IHK) periode Juli 2025 mencapai 0,30 persen (month-to-month), naik dari bulan sebelumnya mencapai 0,19 persen.