Kemudian, pihaknya akan membuat kapal-kapal besar pengangkut kontainer dapat datang lebih intensif. Sebab, dengan rutinnya kapal-kapal ke tujuan destinasi akhir, dapat membuat waktu dan harga pengiriman logistik melalui Tanjung Priok jadi lebih baik.
"Berkaitan dengan kargo konsolidasi secara nasional. Kalau sekarang ini seminggu sekali kita mau dua kali seminggu, dua hari sekali, sehari tiga kali," tuturnya.
Dengan menekan beberapa hal tersebut tentunya harga angkut barang menjadi lebih murah karena adanya penambahan volume dan efisiensi waktu. Apalagi jika pemerintah memberikan harga insentif bagi kapal-kapal besar.
"Yang kita inginkan barang banyak dan tiap hari sehingga tiap hari efisien karena kalau barang banyak satu hari, menjadi tidak efisien. Karena orang tidak mau rugi waktu, jadi mesti banyak dan tiap hari dan rutin," kata dia.
Selain itu jangka panjangnya, ia akan mengintegrasikan pelabuhan-pelabuhan lainnya ke Tanjung Priok sehingga memiliki kapasitas yang besar. "Kalau kapalnya hanya 1.000 kontainer maka dia tidak bisa berlayar jauh, tapi kalau dia sekaligus, katakanlah 9.000 di atas 5.000 dia bisa langsung ke Eropa," ucapnya.
Kemudian ia akan meminta asosiasi truk untuk memonitor pergerakan setiap kontainer sehingga pihaknya bisa melakukan pemetaan. "Kami akan konsolidasikan apa yang terjadi di Priok dengan apa yang terjadi di Cawang ke Karawang sehingga waktunya itu inline," ujarnya.