Menurutnya, sebuah manifestasi kecintaan kepada negeri yang sangat nyata. Masa depan kita tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, namun juga oleh seberapa bijak kita mengelolanya.
“Dalam tiap-tiap keputusan fiskal, terselip untaian doa akan masa depan Indonesia yang penuh peluang dan harapan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan ridho bagi kita dalam merawat Tanah Air serta kehidupan bangsa Indonesia tercinta,” kata eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
Lantas, seperti apa asumsi makro di APBN tahun pertama Prabowo? Klik halaman selanjutnya>>>
Aumsi dasar ekonomi makro APBN 2025 yang disepakati adalah sebagai berikut:
- Pertumbuhan ekonomi: 5,2 persen
- Inflasi: 2,5%
- Nilai tukar Rupiah: Rp16.000,00/dolar AS
- Suku bunga SBN 10 tahun: 7 persen
- ICP: 82 dolar AS/Barel
- Lifting minyak: 605 rbph
- Lifting gas: 1,005 juta bsmph
- Tingkat kemiskinan: 7,0-8,0 persen
- Tingkat kemiskinan ekstrem: 0 persen
- Gini ratio: 0,379-0,382
- Nilai Tukar Petani: 115-120
- Nilai Tukar Nelayan: 105-108
Total Belanja Negara tahun 2025 dianggarkan Rp3.621,3 triliun, terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp1.160,1 triliun, Belanja Non-K/L Rp1.541,4 triliun dan Transfer ke Daerah Rp919,9 triliun.