Sri Mulyani Sebut Indonesia Pernah Hiperinflasi hingga Krisis Moneter

Giri Hartomo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui upaya Indonesia untuk membangun ekonomi tidak selalu mudah. Ada beberapa kendala dan tantangan yang selalu datang. 

Sebagai salah satu contohnya, Indonesia pernah mengalami era nasionalisasi ketika masa penjajahan. Pascapenjajahan, pemerintah melakukan nasionalisasi besar-besaran pada aset asing. 

Indonesia juga pernah mengalami masa kelam lainya ketika itu inflasi begitu tinggi atau hiperinflasi. Tepatnya pada era kepemimpinan Presiden Soekarno ketika tahun 1960-an di mana inflasi mencapai 600 persen karena mencetak terlalu banyak uang kertas. 

“Upaya membangun ekonomi Indonesia tidak selalu mudah. Kita pernah mengalami era nasionalisasi, kita pernah mengalami kondisi hiperinflasi,” ujarnya dalam upacara Hari Oeang Republik Indonesia, Sabtu (31/10/2020). 

Menurut Sri Mulyani, Indonesia juga dihadapi dengan masalah lainnya. Saat itu, terjadi krisis ekonomi dan keuangan pada 1998 atau biasa disebut krisis moneter

“Kita menghadapi krisis ekonomi dan keuangan 1998 dan kemudian kita menghadapi tantangan krisis global 2008,” katanya. 

Saat ini, Indonesia juga sedang menghadapi krisis lagi. Krisis ekonomi ini akibat pandemi Covid-19 yang memukul banyak aktivitas bisnis. “Setiap krisis bangsa Indonesia mampu keluar dari krisis dan mampu lebih baik. Kita juga akan berjuang menghadapi situasi hari ini dengan semangat yang sama,” tuturnya. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

Breaking News: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen

57 tahun lalu

Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?

57 tahun lalu

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal