Sri Mulyani Bicara Ancaman Negara Rentan Krisis Utang di Tengah Gejolak Global

Michelle Natalia
Menkeu Sri Mulyani menyebut semua negara tak dapat terhindarkan dari risiko gejolak global yang dapat menimbulkan ancaman risiko krisis utang. (Foto: Ist)

Selain itu, kompleksitas ekonomi global ini juga disebabkan risiko stagflasi dari inflasi yang tinggi dan resesi. Dia menyoroti kondisi fiskal di banyak negara yang sudah hampir habis karena sebelumnya dipakai dalam krisis keuangan 2008-2009, dan dipakai kembali untuk menghadapi pandemi Covid-19. 

"Ini adalah konteks yang sedang dan akan terus kita kelola hari ini dan 2023, bahkan kemarin pembahasan persoalan kompleks ini akan berlanjut ke 2024. Ini kemudian berdampak pada proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang terkoreksi. IMF memangkas proyeksi ekonomi global menjadi 2,7 persen tahun depan, dari yang sebelumnya 2,9 persen," ucapnya. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Wamenkeu Sebut Kebijakan Tak Naikkan Harga BBM Bantu Jaga Inflasi di Level 2,42%

Nasional
4 hari lalu

Ekonomi RI Tumbuh Kuat 5,61 Persen, Airlangga: Tertinggi di antara Negara G20!

Nasional
4 hari lalu

Ekonomi RI Diramal Menuju Resesi 1998, Purbaya: Mereka Tidak Punya Data

Nasional
4 hari lalu

Inflasi Pangan April 2026 Turun, Ini Faktor Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal