Sri Mulyani Akui Aset Negara Rawan Diserobot Mafia Tanah

Rina Anggraeni
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) , Sri Mulyani Indrawati, mengakui aset negara dalam bentuk tanah rawan diserobot mafia tanah yang bekerja sama dengan oknum di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Terkait dengan itu, Sri Mulyani meminta DJKN melindungi dan mengamankan aset negara secara administrasi, dimana semua barang milik negara (BMN) harus didaftarkan dan memiliki sertifikat secara legal. 

"Barang-barang milik negara harus diamankan secara administratif dan secara legal. Barang itu harus didaftarkan, harus memiliki sertifikat, dan dijaga dari sisi kepemilikannya, karena ini akan menjadi salah satu akuntabilitas dalam berbagai upaya untuk menciptakan kepastian hukum. Ini untuk upaya pemerintah menangkal praktek mafia tanah atau mafia aset negara," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (15/11/2021).

Menurut dia, jika aset negara tidak diadministrasikan secara legal, hal itu dengan mudah dapat dimanfaatkan atau diambil alih oleh mafia tanah yang bekerja sama dengan oknum pemerintah.

"Terus terang kalau aset negara tidak diadministrasikan, tidak memiliki aset legal yang kuat, mudah sekali dilakukan penyerobotan baik itu dilakukan oleh oknum bekerjasama dengan mafia aset atau mafia tanah. Ini hal yang saya minta untuk diperangi oleh DJKN apalagi saat ini kita sedang melakukan kegiatan yang penting untuk mengembalikan hak negara seperti melalui satgas BLBI," kata Sri Mulyani.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alasan Chatib Basri Pulang ke RI di Tengah Isu Pergantian Menkeu: Harvard Libur

57 tahun lalu

Dipanggil Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

57 tahun lalu

Dasco Buka Suara soal Isu Chatib Basri Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

57 tahun lalu

Heboh Kabar Chatib Basri jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Mensesneg: Tidak Ada Reshuffle 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal