Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp16.872 per Dolar AS di Tengah Tekanan Tarif Impor Trump

Anggie Ariesta
ilustrasi rupiah ditutup menguat di level Rp16.872 per dolar AS pada sore hari ini, Rabu (9/4) (Foto: ist)

Langkah ini diambil di tengah upaya cepat pemerintahan Trump untuk memulai pembicaraan dengan mitra dagang lain yang menjadi sasaran tarif besar-besaran.

Sementara itu, Ibrahim menyoroti pelonggaran kontrol yuan oleh Bank Sentral China (PBOC) yang dinilai bertujuan untuk meningkatkan nilai ekspor China dalam menghadapi perang dagang dengan AS.

Dari dalam negeri, Ibrahim mengungkapkan bahwa Bank Indonesia (BI) terus melakukan 'trifle intervensi' di pasar valas DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), obligasi, dan repo untuk menstabilkan rupiah di tengah gejolak pasar global.

Selain sentimen global, pasar juga mencermati data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah menyampaikan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,65 persen secara bulanan (MtM), naik dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi 107,22 pada Maret 2025.

Adapun secara year on year (YoY), Indonesia juga mengalami inflasi sebesar 1,03 persen dan secara tahun kalender atau year to date (YtD) terjadi inflasi sebesar 0,39 persen.

”Tingkat inflasi Maret 2025 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan Maret 2024,” ungkap Habibullah dalam konferensi pers, Selasa (8/4/2025).

Angka inflasi YoY Maret 2025 ini lebih tinggi dari median perkiraan 20 ekonom yang dihimpun Bloomberg sebesar 1,18 persen YoY, dan jauh lebih tinggi dibandingkan deflasi 0,09 persen YoY yang terjadi pada Februari 2025.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MSCI Beri 2 Catatan Negatif untuk Pasar Modal Indonesia, Status Emerging Market Lepas?

57 tahun lalu

Masih Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Rp17.848 per Dolar AS

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal